Selasa, 01 April 2008

VISIT INDONESIA 2008

Kunjungan Prisiden RI
BATULICIN - Impian Kabupaten Tanbu menjadi tuan rumah peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-12 sepertinya akan terwujud. Apalagi dikuatkan dengan kedatangan Sekjen Depdagri RI, Diah Anggreini, mengisyaratkan, kalau Tanah Bumbu memiliki kans cukup besar.
“Mari kita doakan bersama-sama agar Tanah Bumbu terpilih,” ujar Diah, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan pengajian rutin di Kediaman Bupati Jumat (4/1) malam, kemarin.
Dari Tanah Bumbu, ujar Diah, selanjutnya pihaknya akan menyampaikan laporan kepada Depdagri atas kunjungan selama berada di Tanah Bumbu. Dan, Depdagri akan melaporkannya kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Insya allah dikabulkan Allah SWT,” ujarnya lagi yang diamini seluruh jemaah pengajian tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, Bupati Tanbu H M Zairullah Azhar menyampaikan ekspos di hadapan Sekjen dan rombongan di Hotel Ebony Batulicin.
Dalam paparannya, Bupati mengungkapkan berbagai hal terkait kesiapan Tanbu sebagai tuan rumah Hari Otda yang bakal dihadiri Presiden SBY, mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana juga hal-hal tekhnis lainnya.
“Pada prinsipnya kita siap dengan sarana dan prasarana yang ada, selanjutnya beberapa sarana penunjang lainnya akan kami persiapkan dalam empat bulan kedepan,” kata Bupati.
Dalam kesempatan ekspos tersebut, Ketua Pengurus Harian Bakorpin Kalsel ini mengungkapkan berbagai program pembangunan daerah yang berbasis kepada upaya-upaya taktis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Bersujud.
Disamping itu, mantan Kadinkes Propinsi Kalsel ini juga mengungkapkan hal-hal terkait dengan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah yang merupakan implementasi nyata dari penerapan Manajemen IIahiyah (MI) Kabupaten Tanah Bumbu. (admin)

Pesta Laut Pantai Pagatan
Mapanre Tasi (pesta laut) adalah sebuah upacara adat Suku Bugis yang dilaksanakan setiap April di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Agenda wisata tahunan ini, berlangsung selama dua minggu, tujuannya untuk memberi makan laut sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil laut yang melimpah.
Para nelayan Suku Bugis yang tinggal di pesisir Pantai Pagatan, Tanah Bumbu menggelar upacara mapanre tasi atau memberi makan laut dengan cara melarung sesaji sebagai wujud syukur atas hasil laut.
Mapanre Tasi berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata yaitu Ma’panre yang berarti memberi makan dan Tasi berarti laut. Jadi Mapanre Tasi, artinya memberi makanan di laut. Upacara adat ini dilaksankan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.
Pesta rakyat ini, bermakna sebagai bentuk kegiatan pesta rakyat atas ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena keberhasilan nelayan menangkap ikan di laut setiap tahunnya.
Dirunut dari sejarahnya, pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin Suku Bugis menghadap Raja Banjar yang berkedudukan di Kayutangi (Martapura) untuk diizinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu.
Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Sebagai wujud syukur atas rezeki selama ini, masyarakat Bugis yang mayoritas nelayan melakukan upacara adat, antara lain memberikan sedekah laut (mapanre tasi) yang dilakukan secara turun temurun.
Seperti yang terjadi pekan lalu, suasana Pantai Pagatan dan sekitarnya sangat ramai. Tidak hanya masyarakat lokal dari luar Pagatan -pun berbondong-bondong datang ke tempat itu. Para pejabat daerah membaur nimbrung jadi satu untuk meramaikan pesta pantai itu.
Para pedagang dari berbagai penjuru daerah pun tumplek di even tahunan tersebut untuk mengais rejeki. Tak sedikit yang membuka tenda untuk dagangan, bahkan ada yang hanya beralaskan pasir pantai menjajakan barang dagangannya.
Aneka hiburan pun digelar untuk meramaikan pesta pantai Mapanre Tasi tersebut dengan menggelar panggung terbuka yang menyajikan hiburan tradisional hingga orkes dangdut dengan mendatangkan artis lokal dan artis dari Jakarta.
Tak heran kalau agenda wisata tahunan itu, ramai dikunjungi warga masyarakat dari berbagai penjuru daerah. Tujuannya tak lain untuk melihat dari dekat ritual pemberian sedekah ke laut.
Mapanre Tasi juga merupakan salah satu ajang untuk menarik wisatawan domestik maupun asing. Tak sedikit wisatawan yang pernah datang balik lagi untuk menyaksikan acara Mapanre Tasi.
Para nelayan menghiasi kapalnya dengan aneka warna umbul-umbul, sehingga lautan tampak semarak. Dari berbagai penjuru pantai mereka bersatu padu untuk menyamarakkan acara.
Berkat kerja sama yang baik antara masyarakat dengan pemda setempat, acara rutin tahunan itu, berlangsung meriah. Bahkan pada tahun lalu, Wakil Presiden Yusuf Kala menyempatkan diri hadir pada acara tersebut, danrencana tahun ini Prisiden RI akan datang dalam pesta ini sebagai tamu undangan. (admin)

Tidak ada komentar: